Tanya Jawab tentang Mengubah Takdir





Tanya : kang, apa setiap orang itu sudah ditakdirkan akan masuk surga atau neraka?
Kang : kenapa nanya seperti itu? Pengen menggugat ketetapan Allah kah? Pengen mengatakan bahwa Allah itu tidak adil?
Tanya : kok akang gitu sih responnya? Bete banget deh
Kang : Takdir itu salah satu "alat" dari Allah agar kita semakin beriman dan berprasangka positif padaNya. Jadi gunakanlah "alat takdir" ini pada tempatnya.
Tanya : duh belum paham aku nih Kang. Berarti bunuh diri itu takdir atau bukan kang?
Kang : Astaghfirullah, bunuh diri itu dosa, musibah yang besar. Jangan gunakan alat "takdir" untuk kasus bunuh diri. GAK NYAMBUNG tauu
Tanya : terus kapan dong kita menggunakan alat takdir?
Kang : misalkan, kamu bawa mobil hati-hati, tapi ketabrak juga. Nah itulah takdir Allah, pasti ada kebaikan tersembunyi dalam peristiwa tabrakan itu. Itulah Iman kepada takdir
Tanya : kalau kita bawanya ceroboh dan ngebut eh terus tabrakan deh, apakah itu takdir?
Kang : itu namanya musibah, dosa menzalimi diri sendiri dan orang lain...
Tanya : Tapi musibah itu takdir bukan?
Kang : mbuh, aku jelasin ke kamu tentang takdir tapi kok gak ngerti2 juga ya, kira-kira ini takdir atau musibah?
Tanya : wing, uing, tuing, aing, taing, twing, teuing.... Jadi kesimpulannya bagaimana ni Kang?
Kang : oke, kapan suatu "alat" digunakan?
Tanya : pas diperlukan atuh Kang. Misal, kalau mau minum butuh alat yang bernama gelas.
Kang : sip, kalau kamu BAB butuh gelas gak?
Tanya : ya nggak atuh, jijay bajay deh si akang mah
Kang : nah itu dia, "takdir" itu suatu "konsep" atau "fenomena" atau "alat" yang digunakan bilamana diperlukan. Jadi selain fenomena Takdir, masih banyak fenomena lain, seperti : musibah, dosa, zakat, sholat, yang kesemua itu digunakan pada saat diperlukan.
Tanya : terus kapan dong kita menggunakan alat takdir?
Kang : ketika kamu sedang melakukan segala perintah-Nya, tapi pada prosesnya kamu mendapati banyak ketidakmudahan. Maka, katakanlah "ini takdir Allah, pasti maksudNya adalah baik".
Tanya : oooh...
Kang : jadi ketika kamu melanggar perintah Allah, namanya bukan Takdir, tapi DOSA atau MUSIBAH.
Tanya : hmmmm.... Jadi gak boleh ya Kang saya mengatakan "sudah takdir saya harus berzina dengannya"
Kang : Iya gak boleh kamu begitu, kalau kamu bilang begitu namanya kamu menggugat ketentuan Allah.
Tanya : Jadi sebaiknya saya mengatakan "Zina ini adalah dosa saya, ampunilah saya Ya Allah"
Kang : hmmm, tapi kamu gak boleh berzina ...
Tanya : ya nggak lah Kang, cuman seandainya..
Kang : tetep aja gak boleh walaupun berandai-andai kamu melakukan zina... Bahaya tauk..
Tanya : grrrrrrrr....Nah, pertanyaan terakhir deh tentang takdir, jadi takdir itu bisa diubah atau tidak?
Kang : nah berarti kamu belum ngerti penjelasan sebelumnya, kalau sudah ngerti kamu gak bakal menanyakan hal seperti itu
Tanya : Lho kok?
Kang : Oke deh, yang kamu maksud tak bisa diubah itu takdir yang sudah terjadi atau yang belum terjadi?
Tanya : Kalau yang "sudah"?
Kang : Lha, namanya juga sudah terjadi terus gimana mau diubahnya? Misal, takdir kamu jadi cowok, mau diubah?
Tanya : Yang nggak lha Kang, nah kalau mengubah yang belum terjadi bisa gak Kang?
Kang : yey ente kumaha sih, wong belum terjadi terus apanya yang diubah? Apakah kamu tahu nanti takdirmu bagaimana?
Tanya : nggak tahu sih Kang...
Kang : Nah itu sebabnya jangan nanya yang aneh-aneh, yang bikin hidup kamu susah sendiri. Kuncinya, cukup lakukan perintah Allah yang terbaik karena Allah, dan semoga itu menjadi takdir yang indah bagimu.
Tanya : aamiiin...takdir

sumber : http://cahaya-semesta.com

Menyempurnakan Dua Tahun Penyusuan


Allah Ta’ala berfirman :

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya.”
(Q.S. Al-Baqarah : 233)

Beberapa riset yang dilakukan oleh pakar telah menguraikan terperinci bahwa air susu pertama yang diterima sang bayi ketika menyusu dari payudara ibunya selama dua hari pertama sesudah kelahiran, mengandung protein yang tinggi. Protein ini berguna dalam melawan pertumbuhan kuman penyakit. Inilah yang disebut dengan antibodi. Antibodi ini termasuk sarana yang vital untuk melindungi bayi yang baru lahir. Sebab, kondisinya masih sangat lemah. Dan, air susu ibu itu steril secara alami; tidak ada kuman penyebab penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan. Ia juga akan selalu siap setiap waktu sesuai permintaan sang anak. Lebih istimewanya lagi, kandungan air susu ibu tersebut akan berubah-ubah menyesuaikan kebutuhan anak dan perubahan usianya.

Masih tentang manfaat ASI, dalam sebuah riset tentang ASI karya Dr. Abdul Muhsin Shalih, ditemukan bahwa air susu yang diberikan kepada anak kecil itu memiliki peran besar dalam pembentukan tubuh, akal, dan perilakunya.

Selain itu, ada berbagai catatan ilmiah yang menjelaskan pentingnya penyusuan alami (ASI) untuk melindungi anak dari bahaya penyakit tekanan darah. Sebab, kandungan ASI sesuai dengan kebutuhan anak. Selain itu, persentase garam sodium dalam ASI lebih rendah daripada susu buatan. Adapun beberapa gejala penyakit tekanan darah pada anak adalah sakit kepala dan muntah terus – menerus.

Beberapa riset juga menunjukan bahwa ASI dapat menumbuhkan kecerdasan anak. Anak-anak yang pada masa kecilnya bergantung kepada ASI akan menjadi lebih cerdas dari selain mereka.ASI juga dapat melindungi anak dari berbagai penyakit, sampai sistem kekebalan pada dirinya kuat melawan bebagai kuman, parasit, dan bakteri yang menyerang dirinya.

Di sisi lain, manfaat menyusui bagi sang ibu adalah sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Al-I’jaz Al-Ilmi fil Islam, karya Ustadz Muhammad Kamil Abdush Shamad. Di dalamnya ada ketetapan ilmiah yang menyebutkan bahwa menyusui dapat mengurangi kemungkinan terjangkit penyakit kanker payudara. Sampai buku ini ditulis, mereka belum dapat menjelaskan secara ilmiah mengapa hal itu bisa terjadi. Mereka mendapati bahwa semakin sering seorang wanita menyusui secara alami maka hal itu akan melindungi dirinya dari kanker payudara.

Ketetapan ilmiah lainnya bahwa rahim akan kembali ke tempat dan ukurannya yang normal secara cepat ketika menyusui. Hal itu karena hisapan pada puting payudara dapat menyebabkan keluarnya hormon dari kelenjar pituitari yang disebut aloksiocn.

Yang jauh lebih penting dari itu semua adalah ikatan jiwa dan perasaan yang muncul antara ibu dan anak ketika menyusui. Inilah sarana terpenting untuk menstabilkan jiwa anak.

Dalil Tentang Penyusuan

Allah Ta’ala berfirman :

“Para ibu hendaklah menyusukan anak – anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.” (Q.S. Al-Baqarah : 233)

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Dari mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (Q.S. Al-Ahqaf : 15)

“Dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.” (Q.S. Ath-Thalaq : 6)

Dari ayat-ayat diatas, kita mendapatkan penegasan atas kewajiban penyusuan dari sang ibu, sebelum mengambil alternatif lain, seperti air susu buatan, susu sapi, dan sebagainya.

(diambil dari berbagai sumber)

Larangan Makan dan Minum Sambil Berdiri


Anas R.A meriwayatkan bahwa Nabi SAW melarang minum sambil berdiri. Qatadah menjelaskan, “Lalu kami bertanya, ‘kalau makan ?’ Beliau bersabda, ‘kalau makan (sambil berdiri) maka itu lebih buruk dan keji.” (HR. Muslim)

Abu Haurairah meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda :
“Janganlah seorang diantara kalian minum sambil berdiri. Barangsiapa yang lupa hal itu, hendaklah ia memuntahkannya.” (HR. Muslim)

Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani menjelaskan bahwa minum dan makan sambil duduk lebih menyehatkan, aman, enak, dan menjaga kehormatan. Sebab, apa yang dimakan dan diminum sambil duduk akan melewati dinding perut dengan pelan dan lembut. Sedangkan, minum sambil berdiri menyebabkan jatuhnya air ke dasar perut dengan keras dan menghantamnya. Jika hal ini terjadi secara berulang-ulang dan dalam waktu yang lama bisa menyebabkan perut menjadi longgar dan lemah. Selanjutnya, perut akan sulit mencerna.

Dahulu, Nabi pernah minum sambil berdiri karena kondisi darurat yang menghalanginya untuk minum sambil duduk, seperti keadaan sesak di tempat-tempat yang suci. Beliau tidak menjadikan hal itu sebagai kebiasaan dan terus-menerus. Di samping itu, makan sambil berjalan juga tidak sehat, sebagaimana yang telah diketahui masyarakat muslim.

Dr. Ibrahim Ar-Rawi menyatakan bahwa manusia ketika berdiri dalam keadaan tertekan dan alat penyeimbang dalam syarafnya dalam keadaan sangkat aktif. Sehingga, ia melakukan kontrol penuh terhadap seluruh otot tubuh untuk melakukan keseimbangan dan berdiri tegak. Hal itu membuat manusia tidak mampu mendapat ketenangan dari organ tubuh yang berfungsi untuk aktifitas makan dan minum. Ketenangan ini hanya diraih manusia saat dalam kondisi duduk. Sebab, sejumlah otot dan syaraf dalam keadaan tenang dan santai, pancaindra normal, serta respon sistem pencernaan terhadap makanan dan minuman juga semakin baik.

TAHUKAH ANDA

Fakta lainnya, makan dan minum yang dilakukan dengan berdiri secara terus-menerus akan membahayakan dinding usus dan beresiko menyebabkan luka pada lambung. Menurut para dokter, 95 % luka pada lambung terjadi di tempat-tempat jalan masuknya makanan atau minuman. Saat berdiri, akan terjadi pengerutan otot pada tenggorokan yang menghalangi jalannya makanan ke usus secara mudah. Ini terkadang menyebabkan rasa sakit dan mengganggu fungsi pencernaan. Akibatnya, seseorang bisa kehilangan rasa nyaman saat makan dan minum.

(diambil dari berbagai sumber)

Siapakah Sebenarnya Abu Nuwas (Abu Nawas)?


Harun Al Rasyid dan Abu Nuwas (Abu Nawas)

Konon pada zaman Khalifah Harun Al Rasyid –salah satu khalifah Daulah Bani Abbasiyyah- hiduplah seorang pujangga yang bernama Abu Nuwas (Abu Nawas). Khalifah mempunya hubungan dekat dengan Abu Nuwas ini, sedangkan Abu Nuwas adalah seorang yang suka meminum minuman keras, bermain dengan wanita, mendengarkan musik, berjoget, dan berdansa, serta perbuatan lain semisalnya, sehingga khalifah pun banyak melakukan itu semua karena kedekatannya dengan Abu Nuwas.

Kemasyhuran Kisah Ini
Kisah ini sangat masyhur di negeri nusantara dan mungkin juga di berbagai belahan bumi Islam lainnya. Banyak komik yang ditulis, lalu dikonsumsi oleh semua kalangan yang menggambarkan bagaimana bejatnya perbuatan khalifah ini beserta teman karibnya Abu Nuwas. Sehingga kalau disebut di kalangan orang banyak tentang Harun Al Rasyid, maka yang terbetik dalam bayangan mereka adalah gambaran raja tanpa wibawa yang suka main musik dan wanita diiringi dengan minum khamr(minuman keras). Jarang sekali di antara kaum muslimin mengetahui siapa sebenarnya Khalifah Harun Al Rasyid kecuali dari cerita yang beredar ini.
Akar Cerita
Asal-usul utama cerita ini bersumber dari sebuah buku dongengg Alfu Lailatin wa Lailah (cerita seribu satu malam). Buku ini dari lembar pertama sampai terakhir hanyalah berisi dongengg. Dan yang namanya “dongengg” berarti ia tidak punya asal-usul sanad yang terpercaya. Isinya pun hanyalah khayalan belaka; misalnya, cerita tentang Ali Baba dengan perampok, ksiah Aladin dengan lampu ajaibnya, begitu pula cerita tentang Abu Nuwas dengan Harus Al Rasyid.
Buku ini asal-usulnya adalah dongeng yang berasal dari bangsa India dan Persia. Lalu dialihbahasakan ke dalam bahasa Arab pada sekitar abad ketiga Hijriah. Kemudian ada yang menambahi beberapa ceritanya sehingga sampai masa Daulah Mamalik.
Buku ini sama sekali bukan buku sejarah, dan sama sekali tidak bisa menjadi landasan untuk mengetahui keadaan umat tertentu.
Oleh karena itu, para ulama sepakat untuk men-tahdzir (memperingatkan) atas buku ini dan melarang umat untuk membaca dan menjadikannya sebagai landasan sejarah. Di antara mereka adalah Al-Ustadz Anwar Al Jundi yang berkata, “Buku Alfu Lailatin wa Lailah adalah sebuah buku yang campur baur tanpa penulis. Buku ini disusun dalam rentang waktu yang bermacam-macam. Kebanyakan isinya menggambarkan tentang keadaan sosial masyarakat sebelum kedatangan Islam di negeri persia, India, dan berbagai negeri paganis lainnya.” Ibnu Nadim dalam Al-Fahrosat berkata tentang buku ini, “Itu adalah buku yang penuh dengan kedunguan dan kejelekan.”
Dan masih banyak lainnya. Silakan melihat apa yang dipaparkan oleh Syaikh Masyhur Hasan Salman dalam Kutubun Hadzdzara minha Ulama, 2:57.
Syaikh Shalih Al Fauzan pernah ditanya, “Sebagian buku sejarah terutama buku Alfu Lailatin wa Lailahmenyebutkan bahwa Khalifah Harun Al Rasyid adalah seorang yang hanya dikenal sebagai orang yang suka bermain-main, minum khamr dan lainnya. Apakah ini benar?”
Beliau menjawab: “Ini adalah kedustaan dan tuduhan yang dihembuskan ke dalam sejarah Islam. BukuAlfu Lailatin wa Lailah adalah sebuah buku yang tidak boleh dijadikan sandaran. Tidak selayaknya seorang muslim menyia-nyiakan waktunya untuk menelaah buku tersebut. Harun Al Rasyid dikenal sebagai orang yang Shalih dan istiqomah dalam agamanya, serta sungguh-sungguh dan bagus dalam mengatur masyarakatnya. Beliau satu tahun menunaikan haji dan tahun berikutnya berjihad. Ini adalah sebuah kedustaan yang terdapat ke dalam buku ini. Tidak layak bagi seorang muslim untuk membaca buku kecuali yang ada faidahnya, seperti buku sejarah yang terpercaya, buku tafsir, hadis, fiqih, dan aqidah yang dengannya seorang muslim akan bisa mengetahui urusan agamanya. Adapun buku yang tidak berharga, tidak selayaknya seorang muslim terutama penuntut ilmu menyia-nyiakan waktunya dengan membaca buku seperti itu.” (Nur Ala Darb, Fatawa Syaikh Shalih Fauzan Hal. 29)
Hakikat Cerita Ini
Dari keterangan di atas, tiada lagi keraguan bahwa kisah tentang Khalifah Harun Al Rasyid seperti yang digambarkan tadi adalah sebuah kedustaan. Banyak sekali para ulama yang menyatakan bahwa itu adalah sebuah kedustaan, di antara mereka ialah:
-          Syaikh Shalih Fauzan, sebagaimana nukilan dari beliau di atas.
-          Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin, beliau berkata: “Ini merupakan kedustaan yang jelas dan kezaliman yang nyata…” (Fatawa Islamiyyah, 4:187)
-          Syaikah Salim bin Id Al-Hilali berkata, “Kita harus membersihkan sejarah Islam dari hal-hal yang digoreskan oleh para pemalsu dan pendusta beserta cucu-cucu mereka bahwa sejarah Islam merupakan panggung anak kecil, musik, dan nyanyian. (Mereka gambarkan) para khalifah kaum muslimin sebagaimana yang dilakukan oleh para perusak tersebut dalam menodai sejarah Khalifah Harun Al Rasyid dan yang lain.” (Al-Jama’at Islamiyyah, Hal. 430)
Atas dasar ini, maka alangkah baiknya kalau kita sedikit mengetahui perjalanan hidup kedua orang ini, agar kita bisa mengetahui siapa sebenarnya Abu Nuwas juga siapa dan bagaimana sebenarnya Khalifah Harun Al Rasyid.

Siapakah Abu Nuwas (Abu Nawas)?

Dia adalah Abu Ali Hasan bin Hani’ al-Hakami, seorang penyair yang sangat masyhur pada zaman Bani Abbasiyyah.
Kepiawaiannya dalam menggubah qoshidah syair membuat dia sangat terkenal di berbagai kalangan, sehingga dia dianggap sebagai pemimpin para penyair di zamannya.
Namun amat disayangkan, perjalanan hidupnya banyak diwarnai dengan kemaksiatan, dan itu banyak juga mewarnai syair-syairnya. Sehingga saking banyaknya dia berbicara tentang masalah khamr, sampai-sampai kumpulan syairnya ada yang disebut khamriyyat.
Abu Amr Asy-Syaibani berkata, “Seandainya Abu Nuwas tidak mengotori syairnya dengan kotoran-kotoran ini, niscaya syairnya akan kami jadikan hujjah dalam buku-buku kami.”
Bahkan sebagian orang ada yang menyebutnya sebagai orang yang zindiq meskipun pendapat ini tidak disetujui oleh sebagian ulama. Di antara yang tidak menyetujui sebutan zindiq ini untuk Abu Nuwas adalah Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah (14:73), ketika menyimpulkan tentang kehidupan Abu Nuwas beliau berkata, “Kesimpulannya, para ulama banyak sekali menceritakan peristiwa kehidupannya, juga tentang syair-syairnya yang mungkar, penyelewengannya, kisahnya yang berhubungan dengan masalah khamr, kekejian, suka dengan anak-anak kecil yang ganteng serta kaum wanita sangat banyak dan keji, bahkan sebagian orang menuduhnya sebagai pezina. Di antara mereka juga ada yang menuduhnya sebagai seorang yang zindiq. Di antara mereka ada yang berkata: ‘Dia merusak dirinya sendiri.’ Hanya saja, yang tepat bahwa dia hanyalah melakukan berbagai tuduhan yang pertama saja, adapun tuduhan sebgian orang yang zindiq, maka itu sangat jauh dari kenyataan hidupnya, meskipun dia memang banyak melakukan kemaksiatan dan kekejian.”
Akan tetapi, walau bagaimanapun juga disebutkan dalam buku-buku sejarah bahwa dia bertaubat di akhir hayatnya; semoga memang demikian dan menunjukkan taubatnya adalah sebuah syair yang ditulisnya menjelang wafat:
Ya Allah, jika dosaku teramat sangat banyak
namun saya tahu bahwa pintu maaf-Mu lebih besar
Saya berdoa kepada-Mu dengan penuh tadharru’ sebagaimama Engkau perintahkan
Lalu jika Engkau menolak tangan permohonanku, lalu siapa yang akan merahmati-ku
Jika yang memohon kepada-Mu hanya orang yang baik-baik saja
Lalu kepada siapakah orang yang jahat akan memohon
Saya tidak mempunyai wasilah kepada-Mu kecuali hanya sebuah pengharapan
Juga bagusnya pintu maaf-Mu kemudian saya pun seorang yang muslim
Semoga Allah menerima taubatnya dan memaafkan kesalahannya, karena bagaimanapun juga dia mengakhiri hidupnya dengan taubat kepada Allah. Dan semoga kisah yang diceritakan oleh Ibnu Khalikan dalam Wafyatul-A’yan 2:102 benar adanya dan menjadi kenyataan. Beliau menceritakan dari Muhammad bin Nafi berkata, “Abu Nuwas adalah temanku, namun terjadi sesuatu yang menyebabkan antara aku dengan dia tidak saling berhubungan sampai aku mendengar berita kematiannya. Pada suatu malam aku bermimpi bertemu dengannya, kukatakan, ‘Wahai Abu Nuwas, apa balasan Allah terhadapmu?’ Dia menjawab, ‘Allah mengampuni dosaku karena beberapa bait syair yang kututlis saat aku sakit sebelum wafat, syair itu berada di bawah bantalku.’ Maka saya pun mendatangi keluarganya dan menanyakan bantal tidurnya dan akhirnya kutemukan secarik kertas yang bertuliskan: … (lalu beliau menyebutkan bait syair di atas).”
Setelah mengetahui sekelumit tentang Abu Nuwas, marilah kita beranjak utuk membahas siapakah sebenarnya Khalifah Harun Al Rasyid.
Beliau adalah Amirul-Mukminin Harun Al Rasyid bin Mahdi al-Qurasyi al-Hasyimi. Beliau adalah salah satu Khalifah Bani Abbasiyyah, bahkan pada masa beliaulah Bani Abbasiyyah mencapai zaman keemasannya.
Beliau dikenal sebagai raja yang dekat dengan ulama, menghormati ilmu, dan banyak beribadah serta berjihad. Disebutkan dalam berbagai buku sejarah yang terpercaya bahwa beliau selalu berhaji pada suatu tahun dan tahun berikutnya berjihad, begitulah seterusnya.
Al-Hafizh Ibnu Katsir berkata, “Perjalanan hidup beliau sangat bagus. (Beliau) seorang raja yang paling banyak berjihad dan menunaikan ibadah haji. Setiap hari beliau bershodaqoh dengan hartanya sendiri sebanyak seribu dirham. Kalau pergi haji beliau juga menghajikan seratus ulama dan anak-anak mereka, dan apabila beliau tidak pergi haji, maka beliau menghajikan tiga ratus orang. Beliau suka sekali bershodaqoh. Beliau mencintai para ulama dan pujangga. Cincin beliau bertuliskan kalimat La ilaha ilallah, beliau mengerjakan shalat setiap harinya seratus rakaat sampai meninggal dunia. Hal ini tidak pernah beliau tinggalkan kecuali kalau sedang sekit.” (Al-Bidayah wa Al-Nihayah, 14:28)
Imam Adz-Dzahabi berkata, “Ammar bin Laits al-Wasithi berkata, ‘Saya mendengar Fudhail bin Iyadh berkata, ‘Tidak ada kematian seorang pun yang lebih memukul diriku melebihi kematian Amirul-Mukminin Harun Al Rasyid. Sungguh saya ingin seandainya Allah menambah umurnya dengan sisa umurku.’ Ammar berkata, ‘Perkataan beliau ini terasa berat bagi kami, namun tatkala Harun telah meninggal dunia, muncullah fitnah, khalifah setelahnya yaitu Al-Makmun memaksa orang-orang untuk meyakini bahwa Alquran makhluk. Saat itu kami mengatakan, ‘Syaikh (Fudhail) lebih mengetahui tentang apa yang beliau katakan’.”
Beliau sangat keras terhadap orang yang menyimpang dari sunah dan berusaha menentangnya. Pada suatu ketika Abu Mu’awiyah menceritakan kepada beliau sebuah hadis dari Abu Hurairah bahwa Nabi Adam dan Musa berdebat, maka paman Khalifah Harun Al Rasyid berkata, “Wahai Abu Mu’awiyyah, kapan keduanya bertemu?” Maka Khalifah sangat marah seraya berkata, “Apakah engkau menentang hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Ambilkan sebilah pedang dan tempat pemotongan kepala.” Maka segeralah yang beliau minta itu didatangkan. Orang-orang yang hadir saat itu pun memintakan maaf untuk paman beliau tersebut. Berkatalah Harun Al Rasyid, “Ini adalah perbuatan zindiq.” Akhirnya beliau memerintahkan untuk memenjarakannya. Sebagian orang juga pernah bercerita, “Saya masuk menemui Harun Al Rasyid dan saat itu ada seseorang yang barusan dipenggal kepalanya dan algojo sedang membersihkan pedangnya. Maka Haru Al Rasyid berkata, ‘Saya membunuhnya karena dia berkata bahwa Alquran itu makhluk’.”
Beliau sangat mencintai nasihat yang mengingatkan diri pada hari akhirat. Al-Ashma’i berkata, “Pada satu hari Harun Al Rasyid memanggilku. Saat itu dia menghiasi istana, membuat hidangan yang banyak dan lezat, lalu dia memanggil Abu Al-Atahiyyah, lalu Harun berkata kepadanya, “Sifatilah kenikmatan dan kesenangan hidup kami.” Maka Abu Al Athiyah menyenandungkan sebuah syair:
Hiduplah semaumu
Di bawah naungan istana nan megahmu
Engkau berusaha mendapatkan apa yang engkau senangi
Baik pada waktu sore maupun pagi
Namun, apabila jiwa tersengal-sengal
Karena sempitnya pernapasan dalam dada
Saat itu berulah engkau tau
Bahwa selama ini engkau sedang tertipu
Harun Al Rasyid pun langsung menangis sejadi-jadinya, sehingga Fadhi bin Yahya berkata, “Amirul-Mukminin memanggilmu agar engkau bisa membuatnya senang, tetapi engkau malah membuatnya susah.” Maka Harun Al Rasyid berkata, “Biarkan dia, dia melihat kita sedang kebutaan dan dia tidak ingin kita semakin buta.”
Suatu saat lainnya, Harun Al Rasyid memanggil Abu Al Atahiyyah lalu berkata, “Nasihatilah saya dengan sebuah bait syair.” Maka Abu Al Athiyah berkata,
Jangan engkau merasa aman dari kematian sekejap mata pun
Meski engkau mempunyai para penjaga dan para pasukan
Ketahuilah bahwa panah kematian pasti tepat sasaran
Meski bagi yang membentengi diri darinya
Engkau ingin selamat namun tidak mau mengikuti jalannya
Bukankan sebuah bahtera tidak akan mungkin berlayar di jalan raya
Begitu mendengarnya, Harun Al Rasyid pun langsung jatuh pingsan.
Inilah sekilas tentang kehidupan Khalifah Harun Al Rasyid meskipun kita mengakui bahwa sebagai manusia biasa beliau pun banyak memiliki cacat dan kemaksiatan. Namun keutamaan dan kebaikan beliau jauh melebihi cacat yang beliau kerjakan. Sampai-sampai Syaikh Abu Syauqi Khalil menulis buku berjudul Harun Al Rasyid Amirul-Khulafa wa Ajallu Mulukid-Dunya (Harun Al Rasyid Pemimpin Para Khalifah dan Raja Dunia Teragung) yang mana buku ini banyak dipuji oleh Syaikh Masyhur Salman dalam beberapa tempat di dalam buku Kutubun Hadzdzara minha Ulama.
(Lihat tentang kehidupan Harun Al Rasyid dengan agak terperinci pada Al-Bidayah wa Al-Nihayah, 14:27-48, Siyar A’lamin Nubala, 8:163-188)
Wallahu a’lam.
Sumber: Majalah Al-Furqon Edisi 5 Tahun Ke-8 1429H/2008 M

Kebiasaan Bayi

Haura Nafiatul Usman (my daughter)

Pola Tidur Bayi
Bayi yang baru lahir lebih banyak membutuhkan waktu untuk tidur seiring perkembangan dari bulan ke bulan tidur bayi menglami Perubahan,  jika saat bayi yang baru lahir total tidurnya Kira-kira 16 jam, setelah berusia 3 bulan menjadi 15 jam
Manfaat tidur :
Tubuh bayi beristirahatPertumbuhan tulang dan jaringan
Memngkatkan proses metabolisme
Memicu pertumbuhan fisik
Optimalkan perkembangan otak
Memulihkan pikiran dan daya ingat
Agar bayi tidur nyenyak :
Ventilasi baik
Pencahayaan yang tepat tidak terlalu gelap/terang)
Tidak berisik
Suhu ruang yang tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas
Susui bayi sebelum tengah malam 
Dampak kurang tidur pada bayi:
Pertumbuhan hormone dan sd-sel tubuh akan terganggu
Menurunnya daya tahan tubuh
Menurunnya kadar sel darah putih (efektivitas system daya
tahan tubuh)

Sering Menggeliat(Ngulet)
Ngulet adalah gerakan yang biasa dilakukan oleh bayi bahkan kata orang dewasa pun biasa melakukannya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan ketika bayi sering menggeliat/ngulet, karena belum ada penelitian   yang   membuktikan   adanya   indikasi gangguan pada bayi. Ngulet pada bayi menandakan kemampuan motorik bayi berkembang baik karena pada saat bayi ngulet, seberapa bagian tubuhnya bergerak sekaligus secara bersamaan  seperti kedua tangan, kaki  pantat dan punggung. Jika bayi mempunyai kelainan pada otot-otot tubuhnya maka menggeliat sekecil apapun akan sulit dilakukan. Menggeliat bisa diartikan seperti gerakan stretching (pemanasan otot).

 Pemicu bayi menggeliat tubuhnya:


a.Lama tak beraktivitas
Lama tidur menyebabkan otot-otot menjadi statis sehingga bayi menggeliat untuk meregangkan otot-ototnya. Dengan begitu otot menjadi lebih relaks.
b.Terasa pegal  
    
Bayi pun bisa merasa pegal akibat beberapa hal misalnya disebabkan oleh tidur yang terlalu lama, perjalanan jauh, posisi  menggendong yang tidak nyaman,dan lainnya.Rasa pegal  menimbulkan ketidaknyamanan sehingga bayi berusahamengatasinya dengan cara menggeliat.Selain itu kita bisa  membantunya dengan cara melakukan pemijatan untuk melancarkan peredaran darahnya. Pemijatan bisa dilakukan di daerah sekitar punggung,kaki,tangan,dan lainnya  untuk menghilangkan rasa pegal. 
Mengemut Jari

 Bayi mengemut jari merupakan tahap perkembangan psikososialnya,Namun seiring bertambahnya usia,ia akan
 menemukan keasyikan yang lain yang sesuai dengan perkembangan kemampuan kognitif,motorik dan sosial-
 emosianal.Biasanya ketika bayi menginjak usia 3 bulan karena sudah mampu menggunakan sesuatu,yang banyak
 bermanfaat

 Adapun manfaat mengemut jari :
 Menumbuhkan rasa nyaman dan aman
 Menimbulkan kelekatan antara ibu dan bayi
 Membantu tumbuh kembang bayi
 Mengasah indera perasa bayi
 Menjadi percaya diri mersa diterima lingkungan

Sebelum kebablasan hingga isia 12 bulan
 > Masa ketergantungan
 Ketika bayi merasa haus/lapar sebelum sempat mengemut
 jarinya segera penuhi kebutuhannya
> Masa agresivitas
 Alihkan perhatian bayi dengan biskuit atau mainan yang aman
 dan bersih (teether)
SENAM BAYI
Gerakan senam bayi :
>    Telentangkan bayi, luruskan kedua tangan di samping badan bayi.
>    Gerakkan kedua tangan keatas
>    Gerakan ke kesamping
>    Gerakkan kedua tangan menyilang di depan tubuh
>    Gerakan tangan ke atas secara bergantian antara kanan dan kiri ke samping kepala.
>    Lakukan gerakan beberapa kali sambil mengajaknya berbicara gerakan yang sedang diperagakan. Lakukan gerakan yang sama beberapa kali baru ganti gerakan yang lain. Tiap satu kali gerakan yang sama hams dimulai dengan posisi awal.Gerakan ini berguna  untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan otot lengan atas dan sendi bahu.
>    Telentangkan bayi dengan kedua kaki lurus.
>    Tekuk lutut bayi dan arahkan kearah perut. Tahan sebentar dan kembalikan keposisi semula.Lakukan beberapa kali.
>    Tekuk  kedua  lutut  secara  bergantian,   lakukan  gerakan seperti mengayuh. Kembali ke Posisi semula dan lakukan gerakan beberapa kali.
>    Tekuk kedua lutut lakukan gerakan memutar kea rah luar ke dalam dan kembali ke posisi awal.
>    Angkat kedua kaki dan arahkan ke atas perut sampai kedua telapak kaki bayi saling bersentuhan. Kembali ke posisi awal dan ulangi gerakan.
Bermain Bagi Bayi
Manfaat bermain bagi bayi:
> Menumbuhkan kreativitas.
> Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
> Masuknya informasi bagi bayi mengenai lingkungannya.
> Lebih dapat mengenali lingkungan terdekatnya.
> Mendorong bayi untuk kerjasama dan tidak mementingkan diri sendiri.
Yang sebaiknya dilakukan saat bermain:
> Ajak bayi berbicara, lakukan kontak mata yang hangat untuk menjalin kedekatan
> Atasi kebosanan, biasa ditunjukkan bayi dengan tidak mau melakukan pengulangan.
> Bayi mengantuk, bayi rewel atau menangis.
Perkembangan bicara bayi:
1. Usia O-6
> Biasanya diekspresikan dengan menangis
> Kadang dengan teriakan dan senyuman
> Mulai menunjukkan respon terhadap bunyi
> Mulai menunjukkan respon ketika dipanggil namanya
> Mulai menunjukkan respon yang berbeda Dapat menyebutkan satu huruf vocal.

2. Usia 7—11 bulan
> Mulai  banyak  mengeluarkan  suara  dengan  intonasi Derbeda
> Peka terhadap bunyi
> Mulai memahami kata 'tidak' dengan menggelengkan
  Kepala
> sudah  mengerti ekspresi marah 
> Mulai pandai menirukan
> Mampu    mengeluarkan    kata    walau    belum    tahu maknanya

3. Usia   2-18 bulan
> Mampu membedakan suara orang-orang terdekat
> Mampu menirukan suara binatang - 
> Mulai memahami nama-nama anggota tubuh
> Mulai mengidentifikasi obyek sederhana/ menggambarTanda Kelelahan Pada Bayi :


Tanda-tanda kelelahan pada bayi
Lelah pada bayi biasanya dipengaruhi heberapa factor, misal kualitas tidur yang kurang nyaman atau terlalu capek.

   > Melihat ke arah lain saat ditegur atau diajak bermain
   > Memalingkan wajah dengan tidak menatap yang member respon
   > Meregangkan punggung ke depan r   Rewel, menangis atau mengeluarkan rengekan
   > Bernafas lebih cepat/ lebih kencang
   > Menahan  nafas  sebentar lalu  dihembuskan  lagi  sampai merasa enak
   > Menjadi pucat, kemerahan atau timbulbercak-bercak
   > Tertegun atau frengong
   > Bersin atau batuk karena daya tahan turun
   > Cegukan
   > Main ludah
   > Buang air besar dikarenakan pencernaan bekerja lebih aktif
> Istirahat yang baik adalah memberikan waktu tidur yang berkualitas,supaya tubuh bayi akan segar dan fit kembali
> Mulai menyukai berbicara dengan mainan atau orang lain


Agar Bayi Cepat Tidur
a. Beri makanan yang cukup
Bayi yang belum kenyang biasnya akan susah tidur dan mudah terbangun. Hal ini bisa menyebabkan tidur bayi kurang berkualitas. Kualitas tidur bayi selain berpengaruh pada perkembangan fisiknya juga berpengaruh pada perkembangan sikapnya kelak. Bayi yang susah tidur dan sering terbangun selain mengganggu kualitas tidur lagi, kualitas tidur orang tuapun juga terganggu. Bayi jadi gampang rewel, orang tuapun juga mengalami dampaknya seperti badan lemas dan aktivitas menjadi terganngu. Maka dari itu penting sekali memenuhi kebutuhan fisik bayi agar bayi tidur dengan nyenyak.
b. Pemilihan baju
pemilihan baju yang tepat juga mempengaruhi kualitas tidur bayi. Baju yang bahannya tidak menyerap keringat, kasar/ tidak lembut dan tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya harus kita hindari. Sebaiknya pilih baju yang mudah menyerap keringat, bahannya lembut dan sesuai dengan ukurannya tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar. Pemilihan baju yang tepat akan membantu bayi tertidur lelap.
c. Bersihkan badan
Keringat yang berlebihan selain membuat bayi tidak nyaman karena badan menjadi lengket juga bisa menimbulkan gatal-gatal pada kulit sehingga akan mengganggu tidurnya. Maka sebelum bayi tidur sebaiknya seka badannya terlebih dahulu denganwaslap,setelah diseka bisa ditambahkan dengan minyak telon dan bedak di perut dan punggung bayi agar bayi nyaman dan cepat tidur.
d. Mengatur kamar
Kamar yang nyaman mendukung untuk tidur dengan nyenyak. Keadaan kamar yang nyaman ialah kamar yang tata cahaya, ventilasi dan suhunya terjaga, bisa juga dilengkapi dengan tata warna yang mendukung untuk tidur dan keadaan boks bayi yang nyaman dan aman. Agar bayi Anda nyaman ketika tidur sebaiknya boks dilengkapi dengan kelambu untuk menjaga bayi dari gangguan gigitan nyamuk. Hindari pemakaian pewangi ruangan dan obat pengusir nyamuk karena bisa membuat bayi terganggu pernapasannya.
e. Buang air sebelum tidur
Latihlah agar bayi buang air besar dan buang air kecil sebelum tidur. Memang hal ini tidak menjamin bayi tidak BAK atau BAB di malam hari tapi setidaknya kita telah mengajarinya untuk mengontrol jam biologisnya sehingga kedepannya bisa terbiasa. Selain itu agar bayi tidur nyaman tanpa terganggu oleh celana/popok yang basah bisa dengan cara menggunakan pampers.

5. Bila Tidur Bersama Bayi
Posisi aman bila tidur bersama bayi:
  >  Kasur sebaiknya dipindah dilantai/ tanpa ranjang
  >  Ukuran tempat tidur yang memadai
>  Sebaiknya ibu di sebelah bayi untuk memudahkan menyusui
>  Hindari tidur dengan bayi apabila berat ibu lebih dari 80 kg